Wahai ikhwan yang melukis rindu atas kedamaian
surga, atas nama Rabb ku; aku ingin mencintaimu karena-Nya, mengukir
nama indahmu di bawah langit cinta-Nya, menulis hikmah dari pertemuan
aku dan dirimu di atas sajadah cinta. Andai harus ku jabarkan bait hati
yang tersembunyi seperti akhwat lainnya, sungguh ... tak cukup waktu
yang Tuhan titipkan untuk semua cerita, hingga aku termasuk akhwat yang
merugi karenanya.
Atas nama titah Tuhanku, cukup! Aku mencintaimu
dengan sederhana, sepanjang hidup, aku ingin akidah kasih yang ada ini
di ridhai-Nya. Tak perlu bagiku kau sampaikan gemuruh rindu itu dalam
nyata, cukuplah kau jaga hijabku tanpa kata cinta sebelum ikrar yang
direstui-Nya. Jika hati ini harus marah karena diam-mu untukku. Sungguh,
jangan kau dekati hati yang tak pernah menghargaimu ini. Jika lisan ini
di penuhi cela karena bisu yang istiqamah dari mu untukku. Demi Allah,
aku merugi atas kidung cinta Tuhan yang tak pernah ku kenali. Terasing diri ini, jika nafsu itu menyelimuti!
Bersimpuh dalam renungan pada hubungan yang salah, meruginya raga jika
harus kau buktikan cinta mu dengan pernyataan cinta atas hati. Karena
cukuplah dalam diammu, bukti mahabbah rindu untukku. Namun, bila suatu
hari kau datang dengan kalimah cinta, saat sebelum kau mengkhitbah ku?
Ya, ikhwan ... Aku takut kau salah memaknai cinta karena-Nya, cara kita
yang salah menempatkan cinta! Hingga terjatuh pada lubang duniawi yang
menyesatkan.
Sungguh, karena cinta ini aku malu pada Tuhan-ku,
tamparan cinta itu akan menjatuhkan harga diriku di sisi-Nya. Seketika
itu pula diri ini seakan tak berharga. Karena kungkungan nafsu yang ku
persembahkan pada mu berlumur noda atas cinta yang bukan hak-ku dan
dirimu.
Wahai ikhwan yang menyentuh hati ku. Aku tak mengenali
cinta dalam lisan. Karena bukan itu yang namanya cinta karena-Nya. Jika
kau mencintai ku, cintai aku dalam diam mu, jaga hijab cinta antara kau
dan aku. Dan jika saatnya tiba, ketika Allah takdirkan aku untukmu.
Cinta sejati tak akan pergi. Semoga inilah cinta karena-Nya bersama
ridha-Nya.
Wahai hati yang disirami cahaya Rahman, menuju
Firdaus-Nya adalah impian dalam mihrab cinta dari-ku. Satu-satunya taman
terindah yang menguasai sukma di tiap nafas yang berlalu. Hingga angan
ingin ku melesat lebih jauh pada mahabbah-Nya bersama hadir mu.
Pasung hati ku, ya Rabbana, bunuh kata-kata cinta yang menjauhkan aku dari-Mu.
Ya, Muhaimin … jangan biarkan aku jatuh cinta pada selain-Mu, bila tak
ada cinta dari kekasih-Mu yang merindukan Firdaus-Mu. Cukuplah hidupku
mengalir dalam mihrab cinta ku pada-Mu.
 |
| by model | |
Ya Al-Malik ... hati ini
tiada yang lain kecuali nama indah-Mu. Sungguh, bilapun akan ada cinta
lain di hidup ku. Jaga hijab cinta ku sebagai mutiara yang terjaga di
altar cinta-Mu. Sebelum kau pertemukan aku dan kekasih-Mu di istikharah
cinta.
Ya Rabb, jangan ombang-ambingkan hati hamba dalam hijab
cinta yang masih terasa membingungkan jiwa. Karena sebenarnya hamba buta
tentang makna cinta, dan hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui inti dari
makna cinta yang sesungguhnya.
Wahai Cahaya yang mengalirkan cinta,
Izinkan hatiku hanya berlabuh di atas lautan ridho-Mu
Izinkan hatiku hanya merindu kekasih-Mu,
Izinkan hatiku merindu lebih dalam pada mujahid- mujahidah cinta-Mu,
Izinkan mihrab cinta ini ya, Rabbana.
Ya Rabb, pertemukanlah hijab cinta ini segera.
Aamiin.
22/12/2014.