Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Untuk Sebuah Nama

Perempuan penghuni malam itu diam terpaku. Matanya sendu menatap gundukan tanah merah basah. Kemarin hari, di iringi derai gerimis, ia mengubur sebuah rasa untuk satu nama.

Malam semakin larut, dedaunan bergoyang kalut. Tubuh perempuan itu nampak menggigil hebat. Bukan karena dinginnya angin malam, tapi karena kerinduan yang semakin mendahsyat. Lirih merintih ia berucap, "Ternyata aku tak bisa melupakannya ... aku sangat merindukannya. Biarlah meskipun sunyi, kan hidup di dalam hati."

Lalu, di iringi derai airmata kerinduan, ia pun menggali gundukan tanah merah itu. Tak dihiraukan tatapan kecewa sang pohon kemboja yang sejak kemarin rutin menaburkan bunga-bunga di atas pusara sebuah rasa....., untuk sebuah nama.


 02092015

Hijab Cinta

Wahai ikhwan yang melukis rindu atas kedamaian surga, atas nama Rabb ku; aku ingin mencintaimu karena-Nya, mengukir nama indahmu di bawah langit cinta-Nya, menulis hikmah dari pertemuan aku dan dirimu di atas sajadah cinta. Andai harus ku jabarkan bait hati yang tersembunyi seperti akhwat lainnya, sungguh ... tak cukup waktu yang Tuhan titipkan untuk semua cerita, hingga aku termasuk akhwat yang merugi karenanya.

Atas nama titah Tuhanku, cukup! Aku mencintaimu dengan sederhana, sepanjang hidup, aku ingin akidah kasih yang ada ini di ridhai-Nya. Tak perlu bagiku kau sampaikan gemuruh rindu itu dalam nyata, cukuplah kau jaga hijabku tanpa kata cinta sebelum ikrar yang direstui-Nya. Jika hati ini harus marah karena diam-mu untukku. Sungguh, jangan kau dekati hati yang tak pernah menghargaimu ini. Jika lisan ini di penuhi cela karena bisu yang istiqamah dari mu untukku. Demi Allah, aku merugi atas kidung cinta Tuhan yang tak pernah ku kenali. Terasing diri ini, jika nafsu itu menyelimuti!

Bersimpuh dalam renungan pada hubungan yang salah, meruginya raga jika harus kau buktikan cinta mu dengan pernyataan cinta atas hati. Karena cukuplah dalam diammu, bukti mahabbah rindu untukku. Namun, bila suatu hari kau datang dengan kalimah cinta, saat sebelum kau mengkhitbah ku? Ya, ikhwan ... Aku takut kau salah memaknai cinta karena-Nya, cara kita yang salah menempatkan cinta! Hingga terjatuh pada lubang duniawi yang menyesatkan.

Sungguh, karena cinta ini aku malu pada Tuhan-ku, tamparan cinta itu akan menjatuhkan harga diriku di sisi-Nya. Seketika itu pula diri ini seakan tak berharga. Karena kungkungan nafsu yang ku persembahkan pada mu berlumur noda atas cinta yang bukan hak-ku dan dirimu.

Wahai ikhwan yang menyentuh hati ku. Aku tak mengenali cinta dalam lisan. Karena bukan itu yang namanya cinta karena-Nya. Jika kau mencintai ku, cintai aku dalam diam mu, jaga hijab cinta antara kau dan aku. Dan jika saatnya tiba, ketika Allah takdirkan aku untukmu. Cinta sejati tak akan pergi. Semoga inilah cinta karena-Nya bersama ridha-Nya.

Wahai hati yang disirami cahaya Rahman, menuju Firdaus-Nya adalah impian dalam mihrab cinta dari-ku. Satu-satunya taman terindah yang menguasai sukma di tiap nafas yang berlalu. Hingga angan ingin ku melesat lebih jauh pada mahabbah-Nya bersama hadir mu.

Pasung hati ku, ya Rabbana, bunuh kata-kata cinta yang menjauhkan aku dari-Mu.
Ya, Muhaimin … jangan biarkan aku jatuh cinta pada selain-Mu, bila tak ada cinta dari kekasih-Mu yang merindukan Firdaus-Mu. Cukuplah hidupku mengalir dalam mihrab cinta ku pada-Mu.
by model 
Ya Al-Malik ... hati ini tiada yang lain kecuali nama indah-Mu. Sungguh, bilapun akan ada cinta lain di hidup ku. Jaga hijab cinta ku sebagai mutiara yang terjaga di altar cinta-Mu. Sebelum kau pertemukan aku dan kekasih-Mu di istikharah cinta.



Ya Rabb, jangan ombang-ambingkan hati hamba dalam hijab cinta yang masih terasa membingungkan jiwa. Karena sebenarnya hamba buta tentang makna cinta, dan hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui inti dari makna cinta yang sesungguhnya.
Wahai Cahaya yang mengalirkan cinta,
Izinkan hatiku hanya berlabuh di atas lautan ridho-Mu
Izinkan hatiku hanya merindu kekasih-Mu,
Izinkan hatiku merindu lebih dalam pada mujahid- mujahidah cinta-Mu,
Izinkan mihrab cinta ini ya, Rabbana.
Ya Rabb, pertemukanlah hijab cinta ini segera.
Aamiin.


22/12/2014.

Percakapan Hening

Ketika hening mengakrabkan diri. Malaikat kecil menghampiri. Cahayanya menerangi hati. Aku malu engkau melihat apa yang ada di dalam hati. Ada namanya tergurat dalam di dinding hati. Sedangkan namamu, entahlah apakah ada di hatiku. Duh, apakah engkau cemburu?

Hening semakin sunyi. Angin berhembus menarik nafas. Hati berdesir, bayangan wajahnya hadir. Tanpa sadar kusebut namanya. Aku lupa menyebut namamu. Malaikat kecil sedih. Duh, apakah aku mendua?

Kenapa aku masih mempertahankan cintaku? Kenapa aku masih setia menunggu? Kenapa aku masih senang bermain rasa? Padahal yang kudapatkan luka. Airmata ternyata belum juga bisa menghanyutkan cinta. Duh, apakah engkau marah? O, malaikat kecil....., jangan kau pergi meninggalkan aku.

Rela tak rela seharusnya aku bisa menerima. Ikhlas tak ikhlas seharusnya aku bisa melepas. Jika mencintainya membuat aku jauh darimu. Jika merindukannya membuat tubuhku kaku menghadapmu 

Langit hening. Bulan gemintang diam tak bergeming. Butir tasbih tak berdenting. Malaikat kecil menangis, aku tak juga eling.

||15092015

Dirimu, Untukku?

Wajah itu ... apakah wajah yang Engkau pertemukan untukku? Wajah yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk memuji-Mu saat memandang ketampanannya. Bukan hanya sebatas wajah yang selalu terbayang di layar mataku.

 

Senyum itu ... apakah senyum yang Engkau kembangkan untukku? Senyum yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk memuja-Mu ketika menatap indah senyumnya. Bukan hanya sebatas senyum pendebar hatiku.

 

Suara itu ... apakah suara yang Engkau perdengarkan untukku? Suara yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk menyebut nama-Mu kala mendengarkan merdu suaranya. Bukan hanya sebatas suara pelena sukmaku.

 

Sosok itu ... apakah sosok yang Engkau hadirkan untukku? Sosok yang Engkau maksudkan agar aku bisa selalu mengingat-Mu. Bukan hanya sebatas sosok yang selalu kurindukan kehadirannya.

 

Ya Rabb, kumohon? Jadikanlah aku orang yang selalu bisa menyebut asma-asma-Mu. Jadikanlah aku orang yang selalu bisa memuji-Mu, memuja-Mu, mengingat-Mu di saat sedang jatuh cinta dan juga  di segala suasana apapun


 Meskipun tak dapat bersanding dalam satu ikatan cinta, ketika keikhlasan menerima kehendak-Nya. Tlah hadir di dalam hati, cinta pun menumbuhkan rasa syukur. 

 

"Ya, aku bersyukur bisa mengenalmu lalu jatuh cinta padamu. Aku bersyukur atas cinta yang telah dihadirkan oleh-Nya di dalam perjalanan hidupku. Mencintaimu adalah kenangan terindah dikehidupanku."

"Kerinduan yang masih ada pun menjadi kenikmatan tersendiri, manakala kerinduan tercurah lewat doa-doa."

"Ya Rabb, aku merindukannya dalam keikhlasan kehendak-Mu atas cintaku padanya. Ya Rabb, lindungilah selalu dia dengan kasih-sayang-Mu. Karena aku tahu, cinta adalah lika-liku berbagai macam cerita dengan kemasan macam rasa, isinya adalah kasih-sayang-Mu"

 

 

07092015