Pesona Senja


Senja merona indah menjingga, kemilaunya warna kemerahan dimega, sejenak ku menatap keindahannya, kala langitnya membias bePning ditangkai cakrawala ... Senja ini terbesit rindu yang bertalu, ketika renungku mengetuk sukmaku, sebab senja ini begitu mengoda kalbuku, lukisan terlalu membahana dirasa jiwaku ... Senja ini menawan mempesona, karena awannya menampakan warna indahnya, sungguh hati ini terketuk oleh bingkainya, kala bingkai cakrawalanya tenangkan jiwa dan raga.

Kau dan aku adalah sepasang siluet
Tak terlihat jelas wajah kita
Tak terlihat jelas tangan dan kaki kita
Tak terlihat jelas detail tubuh kita
Tapi cukup jelas cinta yang kita punya

Cinta pada luasnya sabana
Cinta pada hijaunya rimba
Cinta pada langit biru
Cinta pada sang menara bumi

Dan cinta pada alam semesta
Aku bahagia bisa berada didekatmu
Memandang hamparan luas padang ilalang
Yang membuat hati tenang

Memandang garis panjang tepi laut
Yang membuat hati tak lagi kalut
Memandang gagahnya sang menara bumi
Yang membuat hati kita rindu tuk
kembali menjejakan kaki dipuncaknya yang tinggi

Aku pun bahagia bisa mendengarkan nyanyian alam bersamamu
Bahagia merasakan semua hal yang mendamaikan jiwa bersamamu
Kau dan aku adalah sepasang siluet

Bergetar hati saat beradu pandang dengan bening matamu
Kau tersenyum dan aku pun tersenyum malu
Malu, tanpa ku sadari ada rasa yang terpancar lewat sorot mata ini
Bahagianya jiwaku melihat senyummu

Senyum yang bagiku sama indahnya dengan senyum sang mentari
Senyum yang menghangatkan hati yang lama kedinginan
Kau dan aku sepasang siluet
Tak terlihat jelas siapa kita
Tapi cukup jelas cinta yang kita punya