Dirimu, Untukku?

Wajah itu ... apakah wajah yang Engkau pertemukan untukku? Wajah yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk memuji-Mu saat memandang ketampanannya. Bukan hanya sebatas wajah yang selalu terbayang di layar mataku.

 

Senyum itu ... apakah senyum yang Engkau kembangkan untukku? Senyum yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk memuja-Mu ketika menatap indah senyumnya. Bukan hanya sebatas senyum pendebar hatiku.

 

Suara itu ... apakah suara yang Engkau perdengarkan untukku? Suara yang Engkau maksudkan agar aku ingat tuk menyebut nama-Mu kala mendengarkan merdu suaranya. Bukan hanya sebatas suara pelena sukmaku.

 

Sosok itu ... apakah sosok yang Engkau hadirkan untukku? Sosok yang Engkau maksudkan agar aku bisa selalu mengingat-Mu. Bukan hanya sebatas sosok yang selalu kurindukan kehadirannya.

 

Ya Rabb, kumohon? Jadikanlah aku orang yang selalu bisa menyebut asma-asma-Mu. Jadikanlah aku orang yang selalu bisa memuji-Mu, memuja-Mu, mengingat-Mu di saat sedang jatuh cinta dan juga  di segala suasana apapun


 Meskipun tak dapat bersanding dalam satu ikatan cinta, ketika keikhlasan menerima kehendak-Nya. Tlah hadir di dalam hati, cinta pun menumbuhkan rasa syukur. 

 

"Ya, aku bersyukur bisa mengenalmu lalu jatuh cinta padamu. Aku bersyukur atas cinta yang telah dihadirkan oleh-Nya di dalam perjalanan hidupku. Mencintaimu adalah kenangan terindah dikehidupanku."

"Kerinduan yang masih ada pun menjadi kenikmatan tersendiri, manakala kerinduan tercurah lewat doa-doa."

"Ya Rabb, aku merindukannya dalam keikhlasan kehendak-Mu atas cintaku padanya. Ya Rabb, lindungilah selalu dia dengan kasih-sayang-Mu. Karena aku tahu, cinta adalah lika-liku berbagai macam cerita dengan kemasan macam rasa, isinya adalah kasih-sayang-Mu"

 

 

07092015