Percakapan Hening

Ketika hening mengakrabkan diri. Malaikat kecil menghampiri. Cahayanya menerangi hati. Aku malu engkau melihat apa yang ada di dalam hati. Ada namanya tergurat dalam di dinding hati. Sedangkan namamu, entahlah apakah ada di hatiku. Duh, apakah engkau cemburu?

Hening semakin sunyi. Angin berhembus menarik nafas. Hati berdesir, bayangan wajahnya hadir. Tanpa sadar kusebut namanya. Aku lupa menyebut namamu. Malaikat kecil sedih. Duh, apakah aku mendua?

Kenapa aku masih mempertahankan cintaku? Kenapa aku masih setia menunggu? Kenapa aku masih senang bermain rasa? Padahal yang kudapatkan luka. Airmata ternyata belum juga bisa menghanyutkan cinta. Duh, apakah engkau marah? O, malaikat kecil....., jangan kau pergi meninggalkan aku.

Rela tak rela seharusnya aku bisa menerima. Ikhlas tak ikhlas seharusnya aku bisa melepas. Jika mencintainya membuat aku jauh darimu. Jika merindukannya membuat tubuhku kaku menghadapmu 

Langit hening. Bulan gemintang diam tak bergeming. Butir tasbih tak berdenting. Malaikat kecil menangis, aku tak juga eling.

||15092015