-Oktober

Oktober..... Aku tahu engkau bertandang! Meramu tamu, membawa lembar pristiwa yang sangat mempora-pondakan kehidupan, hingga aku terbata-bata mengeja aksara. Sebab untaiannya aral melintang menggurat sejarah dalam misteri kefanaan.

Oktober..... Akankah engkau pamit tanpa permisi meninggalkan sepatah kecap tanpa basa-basi tuk hilangkan diam tanpa jeda pada diri ini! Aku menanggung lara tiada terkira. Haruskah aku yakin-kan pada hati, bahwa dunia? tidak ... tidak ... tidak, dunia masih sama terbalik dari kenyataan. Ah aku selalu buruk sangka pada-Nya.

Oktober.... Hujan datang siang dan malam. Aku di rundung sakau dalam kecanduan, tiada selimut penawar kehangatan. Sebab tak ada lagi obat kesedihan, petir-petir pun bertebaran. Apakah masih ada kebahagiaan?

Oktober..... Aku menunggu di penghujung tanggalan. Yakinku atas (ke)hendak-Nya menggurat senyum di wajahku.



22102017