Aku tak ingin berbohong pada puisi. Berkata indah biar di puji. Berkata puitis biar di sukai. Berkata sendu biar mendapat simpati. Aku tak ingin berbohong pada puisi. Tapi masih saja aku berkata tak sejujurnya. Berkata sok agamis, tapi tingkah laku membuat miris. Berkata hakekat, tapi tingkah laku tak mengikuti syariat. Berkata kebaikan, tapi tingkah laku tak selaras ucapan. Berkata puja-puji, tapi tingkah laku tak terpuji. Duh, Gusti ... ampunilah dosa-dosa puisiku. Aku tak ingin berbohong pada puisi. Biar puisi tak memberatkan catatan keburukanku nanti. Aku ingin bisa jujur berpuisi, biar puisi menjadi pengingat diri. Biar puisi menjadi penerang hati, dan puisi tak hanya menjadi teman sepi.
(Renungan) Ke-hidup-an
Aku tak ingin berbohong pada puisi. Berkata indah biar di puji. Berkata puitis biar di sukai. Berkata sendu biar mendapat simpati. Aku tak ingin berbohong pada puisi. Tapi masih saja aku berkata tak sejujurnya. Berkata sok agamis, tapi tingkah laku membuat miris. Berkata hakekat, tapi tingkah laku tak mengikuti syariat. Berkata kebaikan, tapi tingkah laku tak selaras ucapan. Berkata puja-puji, tapi tingkah laku tak terpuji. Duh, Gusti ... ampunilah dosa-dosa puisiku. Aku tak ingin berbohong pada puisi. Biar puisi tak memberatkan catatan keburukanku nanti. Aku ingin bisa jujur berpuisi, biar puisi menjadi pengingat diri. Biar puisi menjadi penerang hati, dan puisi tak hanya menjadi teman sepi.