Menantimu Menuju-Nya

Dan..... Ku tepis rasa yang sering datang melanda di sajadah cinta. Dan, ku telusuri indahnya penantian dalam doa, kala hati hampa dalam jiwa menghapus keteguhan di dada. merindu rupa dalam nestapa, meratapi cinta hingga terlena.

Lelah kini terasa Dan, cerita semakin meraja! Puisiku-pun tak ada keberadaan nyawanya. Hanya dirimulah yang selalu bertahta, menghancurkan diksi-diksi tiada bertepi, pergi; lalu sepi! Dengan kerendahan rasa malu-ku pada-Nya. Sebab aku mencintaimu membutakan hati terhadap-Nya. Sakiiiiit! Sampai di ujung napas, rasa yang kian tak bisa ku hempas. Lelah pikiran tiada labirin ku temukan menemuimu lekas bergegas.

Duhai engkau yang kusebut Dan. Ku-lalui waktu yang tersisa menunggu hingga akhir masa, sampai raga hancur binasah! Jasad abadi jemputlah di pintu surga. Aku hanya menggenggam keyakinan cinta berpijar tiada padam sinaran. Biar-pun jalan penuh liku ujian, langkahkan kaki dengan keikhlasan. Maka dengan pengakuan yang sebenar-benarnya;
'Aku pergi mencari-Nya, kusujudkan diri dalam sepi di istikharah cinta. Hembusan napas menyampaikan kata biarkanlah terbang bebas dan lekas hempas. Kita bukan jodoh dalam takdir namun aku memintamu tunggulah di pintu-Nya. Bila engkau mendengar suara tasbihku; balas.'
Biarkalah aku melihat wajahmu
17.07.2016