Aku berpikir tentang hal ini, seperti seseorang bernapas. Dan aku melihat bunga, lalu tersenyum! Aku tidak tahu apakah bunga-bunga itu mengerti perasaanku atau jika aku saja yang memahami mereka? Tapi aku tahu kebenaran yang nyata dalam mereka ada di saya. Ke-illahian membiarkan diri pergi dan hidup di bumi, membawaku dalam tangan-Nya. Biarkanlah angin bernyanyi lalu aku tertidur dan tetap memiliki mimpi.
Jika aku tahu aku akan mati besok, dan musim semi datang lusa! Aku akan mati dengan damai; sebab datang lusa. Jika waktu itu giliranku, kapan lagi harus datang? Saya suka bahwa segala sesuatu yang nyata dan semuanya benar, aku suka bahwa itu akan menjadi seperti ini bahkan jika saya tidak menyukainya. Jika aku mati sekarang, aku mati dengan tenang, karena semua adalah nyata dan semuanya benar.
"Hidup selaras
dengan satu sama lain, membawa ketenangan lahir dan batin." itu pesan Ri
selalu teringat. Aku tidak tahu akan berjodoh dengan siapa, entah
dengan orang yang aku cintai atau? Mustahil, iyaaa ... Ri telah berjodoh
dengan wanita baik. Apa yang lebih bahagia ketika kita berjodoh dengan
orang lain? Namun diam-diam cinta kita tak pernah kelain: dua hati satu
cinta. Saling menghormati jatuhnya takdir. Cintanya ada-namun semu dan
cintamu ada-namun ranum."Kadang-kadang memaafkan seseorang itu bukan karena dia benar-benar menyesal dan pantas mendapatkannya, tapi karena kita layak ketenangan." hmmm ... mungkin begitu! Terkadang ingin aku enyakan lebih mendominasi keegoisanku dan ingin membalas, apa yang ia lakukan padaku. Tapi untuk apa? Bukankah yang mereka cari kemenangan? Hanya saja terkadang hati berbicara "di saat aku tahu kebenarannya, dan hukum tak bicara, biarkanlah aku belajar lagi sesuatu masalah yang tak bisa aku pelajari." Ah! Aku ini.
Ah ternyata sudah malam, Ri. Aku ingin mengucap "Good night"
09112016