Nasehat Kung-Kung

Kung-kung memberi nasehat kepadaku "Net, kata-kata yang keluar dari mulut adalah balamu, jadi kalau bicara itu harus hati-hati ya." Sembari meletakan cangkir teh yang habis dia sedu.
Lalu aku melontarkan pertanyaan, "Kung, bagaimana kalau orang bijak dari segi tulisannya langsung menjawab sedang pertanyaan tak tahu aneh-aneh lagi. Dan akhirnya jawabanya salah, apa dia mau di pandang pintar ya?."

"Baiklah dengarkan ya Net, kita tidak bisa mengendalikan cara orang menafsirkan ide atau pikiran kita, tetapi kita bisa mengontrol kata-kata dan nada yang kita pilih untuk menyampaikan mereka. Perdamaian dibangun pada pemahaman, dan perang yang dibangun di atas kesalahpahaman. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari satu kata, dan tidak pernah sembarangan membuang sekitar kata-kata. Satu kata yang salah, atau kata disalahartikan, dapat mengubah arti dari seluruh kalimat dan memulai perang. Dan satu kata yang tepat, atau satu kata baik, dapat memberikan Anda langit dan pintu terbuka, dan satu hal lagi jangan memotong pembicaraan belum selesai lalu kau jawab, mengerti kamu Net?" aku-pun mengangguk paham.

"Iya ... iyaa Kung, seperti halnya daun mereka memberitahu rahasia. Kulit mereka menyanyikan lagu-lagu dari masa lalu karena tumbuh di sekitar batang. Dan akar mereka memberi nama semua hal. Bahasa mereka telah hilang. Tapi tidak gerak tubuh, bukan begitu Kung?" Kung-kung pun senyum-senyum.

"Intinya ya Net, jangan bicara dan mengajarkan sedang kamu tak bisa menjalankan jangan bangga dengan orang yang memberi motifasi sedang ia masih kekanakan."
"Iya Kung." jawabku.

Alhamdulillah masalah kelar.


13082016