Ri, aku suka..... Bagimu untuk tetap diam!
Hal ini seolah-olah kau tidak hadir. Dan kau dengar dari jauh, suaraku
tidak menyentuhmu, Ri? Sepertinya matamu telah terbang jauh, tampaknya
bahwa ciuman telah disegel mulutmu. Karena semua hal-hal yang penuh
dengan jiwaku, muncul dari hal-hal yang dipenuhi dengan jiwamu! Seperti
jiwaku adalah kupu-kupu dari mimpi kekata; melankolis.
Ri, aku suka.... Bagimu untuk tetap diam! Dan tampakmu jauh terdengar seolah-olah
aku meratapi seekor kupu-kupu cooing seperti burung merpati. Dan
kau-pun tak mendengar dari kejauhan suara hati yang menghubungimu.
Biarkan aku datang untuk diam dalam keheninganmu...... Dan biarkan aku
bicara kepadamu dengan keheninganmu, yang cerah sebagai lampu sederhana,
ketika malam tiba; aku melihatmu di antara bintang.Ri, aku suka..... Bagimu untuk tetap diam! Seolah-olah kau tidak hadir jauh dan penuh kesedihan. Jadi kau akan mati! Satu kata kemudian, seulas senyum cukup senang; bahagia bahwa itu tidak benar.
Ri, aku suka..... Bagimu untuk tetap diam! Mungkin kenangan tak menggulit. Sebab hari-hariku begitu sulit, saat aku merindukanmu tepat pada jantung hatiku tercekik; kau-pun tak berkutik.
Ah, Ri! Aku suka kamu.
12102016
