Aku membiarkan kepalaku jatuh kembali, dan aku menatap langit-langit
abadi "sudah pagi" gumamku. Beberapa langit berwarna kuning, biru paling
lembut. Satu awan kecil bergoyang-goyang. Aneh bagaimana segala sesuatu
di bawah bisa jadi seperti kematian dan kekacauan dan rasa sakit saat
berada di atas langit adalah kedamaian? Kelembutan biru yang indah.....
Saya pernah mendengar paranormal berkata, "Leluhur ingin jiwa kita
seperti langit biru" ah itu perlu diperenungkan.
Betapa sejuknya
udara pagi, menentram hati, semangat meniti hari. Awan kecil mengapung
seperti bulu merah muda dari beberapa flamingo raksasa (netraku sudah
tertuju pada London) sekarang tepi merah matahari mendorong dirinya
sendiri ke atas awan tempat kostku. Ini bersinar pada banyak orang,
tapi tidak, aku berani bertaruh, yang berada dalam aktifitas adalah
orang kerja paruh waktu. Betapa kecilnya perasaan kita terhadap ambisi
dan usaha kecil kita di hadapan kekuatan alam yang hebat! Sering membuat
kita tamak, di lihat orang muak.
Ah pagi kembali merenungkan diri, dari alpanya jiwa terhadap-Nya. Aku
menghindari jam pertama yang suram, kerja dimana indera dan tubuhku yang
masih lesu meniti aktifitas kehidupan. Benar barangkali membuat setiap
tugas menjadi penebusan dosa. Aku menemukan bahwa ketika tiba di
kemudian hari, pekerjaan yang aku lakukan adalah kualitas yang jauh
lebih tinggi.
Kurasa... aku tak bisa menoleh ke
belakang. Kalau menoleh ke belakang aku? Aku merasa akan kembali. Aku
tak akan sedetikpun memutarkan kepalaku. Karena mungkin akan kusesali.
Sejak aku pergi..... Apa-pun alasan yang kutahan! Aku tahu, tak bisa
menjelaskannya kenapa alasanya, sungguh aku tak bisa katakan; maafkan
aku!
Sebab kenapa aku tak bisa
katakan aku mencintaimu... karena hati. Kata di dalam hatiku mungkin
lebih dari 1000 kata. Namun pada akhirnya, aku tak bisa mengucapkan
sepatah katapun.
Tidak peduli seberapa besar aku merindukannya,
kenangan itu tak akan kembali. Kenangan-kenangan berharga itu tak akan
senang melihatku lagi.
Kelak di kemudian hari ... di kemudian hari ... aku akan menyesalinya.
Bila saatnya tiba aku akan kembali.
06012018
