Burung-burung berteriak dan cacing merayap, di suatu tempat pikirnya hujan selalu lambat reda, gerimis tak berujung.Ada hal yang telah ia coba untuk mengusir yang tidak akan di ingat, bawa dia tidak membiarkan dirinya berpikir.
Engkau menangis lalu melihat ke jendela dan mendesah lirih: mengapa, ya..... Mungkinkah sama denganku? Hanya hujan nampaknya turun di hati menyebabkan runtuh!
Tetesan air hujan bulan November memadamkan diri dalam deru angin ... hujan deras bulan Desember tiba, dingin seperti besi beku membiarkan giginya saling beradu.
Ingin-ku payung pelangi, tepat ku gantungkan sebelah pintu luar, kerap nanti kau tak berjalan dalam derasnya hujan setapak dengan segala rasa.
Namamu Baeti Nurida, ialah mentari yang bersinar cerah, senantiasa hangat, ceria dan memikat meski sedikit rapuh juga perasa.
Untaian bait sederhana ini ku--sampaikan, cobalah berkawan dengan Senja, yang mempunyai Tamaram Mutiara Biru selaksa mengajarkan bahagia.
Renda harapmu kau tenun dengan pintalan benang kasih, bersama gerimis di bibir mentari.
Indah langit rona jingga sang mentari berbisik lembut, sang bayu menggelitik telinga kupu-kupu.
Dedaunan berdendang: kini tak ada lagi selasar ngilu, kan hadir Malaikat Mungil menari seirama kidung hujan.
Aku mengecup-Mu, tunduk bermunajat pada langit bersama sujudku Tuhan.
12122018
Untaian bait sederhana ini ku--sampaikan, cobalah berkawan dengan Senja, yang mempunyai Tamaram Mutiara Biru selaksa mengajarkan bahagia.
Renda harapmu kau tenun dengan pintalan benang kasih, bersama gerimis di bibir mentari.
Indah langit rona jingga sang mentari berbisik lembut, sang bayu menggelitik telinga kupu-kupu.
Dedaunan berdendang: kini tak ada lagi selasar ngilu, kan hadir Malaikat Mungil menari seirama kidung hujan.
Aku mengecup-Mu, tunduk bermunajat pada langit bersama sujudku Tuhan.
12122018