Sayang, Telphon Diriku!

Sayang..... Aku mungkin tidak memiliki cukup kekayaan untuk memberikan, atau jauh dari menjadi orang kaya. Tapi satu hal yang saya bisa menjanjikan padamu. Suaraku akan datang bila kau sedang merinduku. Ahhh aku, terlalu berlebihan! Padahal aku kesusahan jika merindumu.

Sayang..... Tidak peduli betapa mengerikan hari-hariku. Bahkan hanya mendengar suaramu semuanya akan berubah menjadi baik-baik saja.

Oh, Sayang! Aku sudah begitu sengsara. Kapan kau akan menelphonku. Hikzzzz ... hikzzz!
Sayang..... Jika surga benar-benar sebuah tempat, maka itu terletak di hatimu, bahwa tempat khusus, yang disediakan untuk saya; ah alangkah indahnya hidupku.

Sayang..... Cukup sering kau membuatku gila, tapi lebih sering aku hanya marah tentangmu. Dan itu Sayang, itulah cinta terbaik yang ada. Sayang, tidak ada lelaki lain di dunia luar biasa sepertimu. Aku tahu aku orang paling beruntung karena sekarang saya bisa menghubungi kapan saja; tapi gengsi wkwkwkwkwk.

Sayang..... Ketika diriku bangun di pagi hari, itu kau yang aku pikirkan. Sebab ketika diriku pergi ke tempat tidur, itu masih gambar yang aku impikan. Ah, aku selalu dalam madu pikiran, hanya karena--mu salah satu dari jenis. Aku cinta kamu!

Sedikit bila kata orang kata-kata gombal, jujur ini yang akan ku-utarakan "Aku lebih suka berada di dalam hatimu daripada di pikiranmu. Untuk pikiran bisa lupa, tetapi hati akan selalu ingat, aku sangat mencintaimu!"

Pertemuan denganmu adalah nasib. Menjadi temanmu itu pilihan, tapi jatuh cinta denganmu pasti di luar kendaliku; aku merindumu.

"Sayang, saaaayaang ... sayang!" sedikit merayu "Telphon Dinda" wkwkwkwkw

Efek habis nonton drakor.